Sabtu, 27 Desember 2025

27 Desember 2025 - Air Mata dan Sujud


Aku selalu memiliki kencenderungan untuk mengetahui suatu hal apapun yang aku perlu ketahui dengan cara yang aneh. Dan kali ini benar-benar aneh menurutku wkwkwkwk. Ingin kutulis lumayan sakit mengetahuinya, tapi ternyata benar-benar sakit sekali. :) 

Dengan semua yang baru aku ketahui, aku berusaha untuk kuat :) Namun, pada akhirnya aku pun luluh lantak. Seperti biasa, aku pergi ke masjid untuk shalat dzuhur siang ini :) Hujan yang lebat dan badai mendukung suasana hati ini sejak kemarin. Hanya terasa sakit hingga shalat Dzuhur selesai :) Sampai akhirnya aku mengangkat tanganku untuk berdoa. Aku berdzikir seperti biasanya, namun setelah masuk ke bagian untuk berdoa, aku tidak mampu mengucapkan apa-apa di hadapan-Nya. Semua usahaku habis untuk menjaga agar air mata ini tidak turun terlalu deras karena malu sebagai laki-laki terlihat menangis sebegitunya di depan umum, apalagi di masjid. Hanya sebuah kalimat standar yang mampu aku ucapkan. 

"Ya Allah, aku hanya minta tolong bimbing aku untuk hal terbaik baik dari segi dunia maupun akhiratku."

Selain kalimat tersebut, tidak ada yang tersampaikan kepada-Nya kecuali hanya dari derasnya air mata yang jatuh, tak kuasa aku menahan getaran badan ini. Menangis di rumah-Nya, di hadapan-Nya benar-benar terasa berbeda dan sangat melegakan, aku mengerti sekarang mengapa banyak orang rela menggunakan rezeki yang dimilikinya untuk mengunjungi-Nya dan bercerita :) Mungkin bukan berdoa, hanya sekedar bercerita.

Setelah aku rasa cukup dan aku rasa tak mampu mengucapkan apa-apa lagi. Aku melanjutkan dengan shalat ba'diyah dzuhur, sepanjang shalat 4 rakaat, tak sedikitpun aku mampu membendung air mataku. Menumpahkan semuanya dihadapan-Nya. Aku yang hanya seorang makhluk, seorang hamba, yang tak akan pernah memiliki daya dan upaya kecuali atas izin-Nya. Aku menjadi diriku yang paling lemah di hadapan-Nya. Tak kuasa aku menahan badanku untuk tidak bergetar dan menangis lebih deras dalam setiap sujudku.

Ya Allah, hanya engkaulah yang maha mengetahui, hanya engkaulah yang paling bisa memahami. Tiada tempatku bergantung dan bersandar selain kepada-Mu.

Terima kasih telah memberi kekuatan hingga akhirnya aku bisa menghapus semua air mata tersebut sebelum kembali masuk ke gerbang rumahku sendiri. :) Aku kira semua selesai di sana. Ternyata di rumah, Mama Nano dan Mama masih mengajakku berbicara perihal semua yang telah terjadi.

"Sabar,dan. Insyaallah apapun yang terjadi pasti itu yang terbaik untuk semuanya. Wildan harus bisa ikhlas"

Ya Allah, cobaan apa lagi ini? Susah payah aku berusaha menahan menetesnya air mata ini. Aku sangat tersentuh karena engkau datang mencoba mengingatkanku bahwa engkau akan selalu datang menopang hamba-Mu dengan cara-Mu. Mungkin untuk saat ini dengan kalimat dari Mama Nano yang mungkin bagi mereka sederhana. Tapi bagi aku yang sekarang rasanya sangat menyentuh.

Aku tidak tau kamu mengingatnya atau tidak, namun jika kamu ingat, aku pernah mengatakan bahwa setelah selesai denganmu, mungkin aku akan sendiri untuk waktu yang lama, entah sampai kapan, entah apakah aku akan berpikir untuk menikah, tapi saat ini aku tidak sedikit pun memiliki pikiran untuk menikah. Tidak tau, aku hanya lelah. Aku tidak mampu melangkah kemana-mana untuk saat ini. Hanya menikmati waktu aku harus beristirahat entah sampai kapan.

Untuk saat ini, terima kasih, Ya Allah. Dan maaf jika seandainya engkau merasa rasa cintaku kepada makhluk-Mu masih lebih besar dari rasa cintaku kepada-Mu. Tolong bimbing hatiku Ya Allah. agar senantiasa bisa menempatkan cinta kepada-Mu sebagai prioritas dibanding cinta lainnya. Aamiin.

Related Post:

Widget by [ Iptek-4u ]

Judul: 27 Desember 2025 - Air Mata dan Sujud; Ditulis oleh anginsepoi; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar