Sabtu, 13 Desember 2025

13 Desember 2025 - Malam dan Badai

 Hai!

Hari ini cukup padat untukku, pagi aku sedang merasa sedikit tidak mood, tidak tau, mungkin sedikit memikirkanmu. Jadi aku hanya habiskan dengan tidur saja sepanjang pagi sepulang aku dari masjid. Setelahnya aku menghadiri nobar dari Muslims In Bali yang aku pikir kau juga pasti melihatnya di grup chat komunitas.

Kau tau? di kepalaku aku takut sekali bertemu denganmu secara tanpa sengaja karena kau menonton film itu juga. Alhamdulillah ternyata tidak. :) 

Ini merupakan pengalaman yang lucu untukku, karena aku cukup shock ketika sampai di pintu masuk level 21 XXI dan yang mengikuti kegiatan ini rata-rata adalah ibu-ibu pengajian. Aku sempat merasa enggan untuk lanjut mengikuti kegiatan nobar ini. Tapi, di satu sisi aku juga sungkan jika tiba-tiba menghilang begitu saja. Yasudahlah pikirku.

Sekitar 1 jam 40 menitan ternyata begitu cepat berlalu. Tepat ketika lampu menyala aku langsung menggendong tasku dan pergi untuk shalat Dzuhur. Untuk kemudian pergi ke tempat kajian. Jujur aku sebenarnya sangat mengantuk, beberapa kali aku tidak sengaja hampir tertidur ketika mendengarkan kajian. Padahal sebenarnya topik yang dibawa cukup menarik.

Selepas dari kajian aku kembali pulang untuk menunggu waktu berbuka.

Dan seperti yang selalu kau tau, Pak Doug selalu suka menyebalkan dengan membuat aku mau tidak mau harus pergi ke pabrik di hari Weekend. Hahhhh... Yasudahlah, toh aku tidak memiliki janji apa pun lagi denganmu saat ini :) Bekerja di hari Weekend bukanlah hal yang buruk juga. Selepas berbuka aku segera shalat dan berangkat ke Pabrik.

Hanya menuang sampah untuk proses pendewasaan mikroba dalam mesin, berdasarkan proses yang perlu dilakukan hari ini, aku cukup datang di jam 19.30 dan pulang lagi di pukul 21.30. Dan tepat sebelum aku pulang, hujan turun sangat deras, terpaksa aku harus mengenakan mantelku untuk mengurangi kebasahan. Sengaja aku tidak mengucapkan agar tidak basah. Karena itu semua kuasa Allah SWT.

Sebelum pulang aku sempatkan diri singgah sejenak untuk membeli Mie Goreng yang tentu kau tau langgananku di mana. Ketika mengantri hujan sempat reda sejenak, namun ketika aku membayar dan akan pulang, intensitasnya kembali meningkat bahkan lebih deras -_- Tapi tidak apa-apa, hujan itu berkah dari Allah SWT, syukuri dengan baik.

Sesampai di rumah tidak ada yang spesial, hanya memakan mie goreng yang sebelumnya aku beli sembari menonton film di Netflix. Ketika sedang asik melakukan semua itu tiba-tiba saja aku melihat celah di pintu kamarku menunjukkan ada cahaya kilat yang masuk disertai dengan suara petir yang menggelegar. 

Hai, bagaimana kabarmu? Aku harap kamu baik-baik saja. Aku tidak sedikit pun lupa bagaimana kau sangat tidak suka ketika ada petir bersahutan di malam hari.

"Aku takut, andut" 

Biasanya pesan Whatsapp tersebut pasti masuk ke notifikasiku ketika hal demikian terjadi.

Ketika tidak ada lagi aku yang mendengarkan rasa takutmu, aku harap Allah SWT menjagamu dengan sebaik-baiknya. Tenang saja, aku tidak pernah mendoakan hal buruk untukmu. Selalu yang terbaik :)

Petir ini tiba-tiba saja memutar beberapa kenangan untukku. Wkwkwkwk. Aku tau bahwa wanita akan selalu dan suka mempertanyakan apakah kita sayang kepadanya. Tapi pertanyaanmu bukan merupakan bagian dari itu, itu adalah sebuah keraguan yang nyata.

Dan mungkin, aku memang tak akan pernah mampu meyakinkanmu.

Namun, tetap khawatir denganmu seperti ini, bukankah itu tanda rasa sayangku kepadamu? Aku selalu tidak pernah bisa mencerna bagaimana kau ragu dengan reasa sayangku.

Tenanglah :) Biarkan hujan dan badai ini memelukmu :) Tenang, dalam hangatnya doaku untuk kebahagiaan dan keselamatanmu setiap saat :)

Related Post:

Widget by [ Iptek-4u ]

Judul: 13 Desember 2025 - Malam dan Badai; Ditulis oleh anginsepoi; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar